Kenapa cincin nikah selalu di jari manis ?

lubelskiepannymlode.pl
Cincin pernikahan adalah salah satu simbol di dalam pernikahan. Pertukaran cincin pernikahan di dalam prosesi pernikahan dilakukan pada saat pengucapan komitmen kedua mempelai untuk menjalani kehidupan bersama.
tapi pernah gak sih bertanya tanya kenapa cincin pernikahan selalu ada di jari manis ?. ternyata banyak sekali alasannya mulai dari sejarah sampai filosofi yang tidak akan kamu duga, pengen tau alasannya yuk kita liat.

1. Sejarah cincin pernikahan
Photo via reference.com
 Menurut sejarahnya, cincin kawin ini berasal dari Mesir Kuno, di mana cincin ini dianggap sebagai sebuah simbol pernikahan. Awalnya, mereka menggunakan rumput, alang-alang, dan sebagainya untuk membuat cincin dengan cara dipilin melingkar. Dipilihnya sebagai cincin yang melingkar pun bukan tanpa alasan. Mereka berfilosofi bahwa lingkaran itu nggak punya ujung atau akhir. Maka, seperti itulah cinta dalam pernikahan; abadi.
Adapun bangsa Romawi mengenal beberapa macam pernikahan menurut tingkat kebangsawanan seseorang. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin mewah pula pernikahannya. Pernikahan kasta tertinggi ditandai dengan pengantin pria yang menyerahkan cincin kepada pengantin wanita. Masyarakat Romawi menganggap cincin sebagai tanda kepemilikan, bahwa si wanita telah resmi menjadi milik si pria.

2. Cincin dipilih karena bentuknya yang melingkar
Photo via emacweb.com
Ada pula teori terkini yang mengatakan bahwa cincin dipilih sebagai perhiasan pernikahan karena bentuknya yang melingkar. Bentuk ini tidak memiliki ujung. Diharapkan seperti itu juga lah kehidupan pernikahan, berlangsung selamanya, tidak memiliki ujung. Bahkan ketika maut memisahkan, mereka berharap disatukan kembali kelak di akhirat.

3. Mitos
Photo via vemale.com
Orang-orang Romawi dulu percaya bahwa jari manis pada tangan kiri memiliki sebuah pembuluh darah khusus yang langsung terhubung ke jantung. Saat itu teknologi belum canggih seperti sekarang. Kini, saat ilmu medis telah berkembang pesat, peneliti telah membuktikan bahwa pendapat orang-orang Romawi itu salah. 
Namun karena kepercayaan tersebut telah mengakar selama ribuan tahun maka sebagian orang hingga kini masih percaya bahwa terdapat “pembuluh cinta” di jari manis yang terhubung ke jantung.

4. Jari manis, banyak filosofi di dalamnya
Photo via pinterest.com
Dalam kebudayaan Tiongkok, mereka percaya bahwa jari-jari tangan manusia merupakan simbol hubungan keluarga. Jempol melambangkan orang tua, telunjuk melambangkan saudara, jari tengah melambangkan diri sendiri, jari manis melambangkan pasangan, dan yang terakhir jari kelingking melambangkan anak-anak.
Konon, hal ini bisa dibuktikan dengan sebuah peragaan kecil. Caranya,
1. Tekuk dan tempelkan kedua buku jari tengah bagian luar (bukan bagian telapak)
2. Ikuti dengan menempelkan masing-masing kepala jari (bagan telapak tangan), mulai dari jempol tangan kanan dan kiri, telunjuk tangan kanan dan kiri, jari manis tangan kanan dan kiri, hingga kelingking tangan kanan dan kiri
3. Kemudian coba pisahkan masing-masing kepala yang telah menyatu, mulai dari jempol, telunjuk, kelingking, dan jari manis urutan terakhir.
Kaget? Kamu akan dapati bahwa jempol, telunjuk, dan kelingking dapat dipisahkan, tetapi tidak dengan jari manis.
Kamu dapat memisahkan jempol (simbol orang tua) karena orang tuamu tidak ditakdirkan untuk bersama denganmu selamanya. Pada kondisi tertentu mereka harus meninggalkanmu dalam kehidupan. Jari telunjuk (simbol saudara) juga dapat dipisahkan karena kamu tidak ditakdirkan untuk bersama dengan saudaramu seumur hidup. Mereka pada akhirnya akan meninggalkanmu dan memiliki keluarganya sendiri. Demikian pula dengan kelingking (simbol anak) dapat dipisahkan juga karena anak-anakmu kelak tidak akan bersama denganmu selamanya. Mereka pada akhirnya akan tumbuh dewasa, mempunyai kehidupan dan keluarga sendiri. Berbeda dengan jari manis (simbol pasangan hidup), seberapapun kuatnya usahamu untuk memisahkannya, gagal. Itulah mengapa jari manis dianggap sebagai simbol dari pasangan hidup, tidak terpisahkan. Pasanganmu lah yang ditakdirkan untuk selalu bersamamu, sepanjang hidup, baik dalam keadaan suka maupun duka.

5. Jari Manis Jarang digunakan
photo via metalfleas.com
 Teori lain yang memperkuat bahwa sudah seharusnya cincin dipakai di jari manis yaitu fakta bahwa jari manis jarang digunakan dalam beraktivitas. Dengan demikian, hal ini akan mencegahnya gampang rusak. Sebenarnya, jari kelingkng juga jarang digunakan, tetapi jari ini dianggap terlalu kecil. Hal ini dinilai cukup merepotkan saat ingin mendesain cincin.

6. Tangan kiri atau tangan kanan?
Photo via ringviews.com
Adapun tentang jari manis tangan kiri atau tangan kanan, terdapat perbedaan di beberapa negara. orang Norwegia, Spanyol, Venezuela, Rusia, Ukraina, Bulgaria, Polandia, Jerman, India, dan Portugal mengenakan cincin pernikahan mereka di jari manis tangan kanan.
Meski demikian, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk memakai cincin pernikahanmu di jari manis tangan kiri. Alasannya sederhana, tangan kanan lebih sering digunakan daripada tangan kiri. Memakai cincin di tangan kanan lebih rawan cedera dan rusak daripada memakainya di tangan kiri.
Adapun alasan simpel mengapa jari manis tangan kiri yang dipilih yaitu gerak reflek. Ketika sepasang pengantin melakukan tukar cincin, mereka saling berhadapan, seperti bercermin. Ketika si pria menjulurkan cincin dengan menggunakan tangan kanan, tangan kiri si wanita lah yang meresponnya layaknya cermin. Sebaliknya, ketika si wanita menjulurkan cincin dengan menggunakan tangan kanan, si pria juga meresponnya seperti cermin yaitu menyerahkan tangan kirinya.
Bagaimanapun, pilihan ada di tanganmu. Selama kamu dan pasanganmu saling percaya dan menyayangi, tidak masalah hendak kamu pakai di jari mana dan tangan mana cincin pernikahanmu.

ADVERTISEMENT